Berkat Juventus dan Barcelona

Start sempurna Inter Milan di Serie A musim ini telah dihentikan oleh Juventus. Pasukan Antonio Conte selanjutnya rubuh di pertandingan ke-7. Satu kekurangan di tempat pertahanan membuat mereka harus kehilangan poin penuh. Ini yang membuat mereka tengah minggu kemarin dipecundangi Barcelona di Camp Nou. Inter layani sang musuh juga sekaligus juara bertahan Juventus pada minggu ke-7 Serie A 2019/20,Inter menyerah 1-2 dan digusur dari puncak klasemen sekejap oleh Juventus.

Jose Mourinho Tertarik Melatih Tottenham

Inter kecurian gol cepat di menit 4, waktu assist Miralem Pjanic dituntaskan oleh Paulo Dybala. Inter sempat menyamakan tempat lewat penalti Lautaro Martinez di menit 18. Tapi, kombinasi dua pemain pengganti Juventus, Rodrigo Bentancur dan Gonzalo Higuain, datangkan musibah bikin tuan-rumah. Bentancur memberi umpan yang diselesaikan oleh Higuain membuahkan gol penentu kemenangan. Inter menelan dua kekalahan beruntun, juga sekaligus dua kekalahan pertama mereka dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi dengan Conte.

Apakah Robert Lewandowski striker terbaik di dunia?

Sebelum ditekuk Juventus di Stadio Giuseppe Meazza, Inter kalah di Liga Champions melawan tuan-rumah Barcelona. Skornya sama, 1-2. Dalam dua laga itu, ada satu kekurangan yang terlihat di tempat belakang mereka. Inter kurang agresif waktu bertahan. Ini diakui oleh bek Milan Skriniar. Menurut Skriniar, Inter kurang agresif waktu bertahan di sekitar ruangan penalti mereka. Itu membuat lawan cukup bebas menyerang ke wilayah berefek. Dari bagian ofensif, Inter sudah cukup.

Tantangan Terbesar Jurgen Klopp Sejak Melatih Liverpool

Hanya sayang, langkah mereka bertahan masih perlu dinaikkan. “Ini minggu yang campur aduk, karena kami sebetulnya tidak bermain buruk di Barcelona, malam ini,” kata Skriniar, seperti diambil dari Football Italia. “Kami kuasai bola dan membuat peluang-peluang, tapi tidak bisa bikin banyak gol.” “Juve adalah tim kuat, kita ketahui itu. Terdapat beberapa yang perlu kami benahi, serta itu keindahannya, karena kami terus belajar dan berkembang.” Beberapa bek Inter perlu lebih agresif jaga wilayah penalti mereka. Dengan begitu, penyerang-penyerang lawan tidak mendapatkan ruang gerak. Banyaknya gertakan ke gawang dapat dipaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme