Nick Cushing yakin Manchester City akan belajar dari musim lalu

Pada awal tahun, Manchester City terbang. Dengan bagian tidak terkalahkan di semua pertandingan serta dua point di muka Chelsea, lawan paling dekat mereka, prospek mengakhiri musim dengan tangan kosong kelihatannya hampir menggelikan. Akan tetapi saat gorden itu jatuh, club yang rendah hati itu tiada perlengkapan perak. Pada Januari serta Mei, juara WSL1 2016 kalah dari Arsenal di final Piala Kontinental, tersisih dari semi-final Piala FA oleh Chelsea, menanggung derita kekalahan sempit oleh Lyon di Liga Champions serta dipukul 4x di liga. Saat ini manajer mereka, Nick Cushing, tengah menyiapkan untuk masuk level paling atas yang seutuhnya direstrukturisasi serta menjelaskan pekerjaan itu makin berat.

Baca Juga : Verdi Tak Akan Lupakan Kemenangan Napoli atas Liverpool

“Kami ketahui jika kami tidak mempunyai hak ilahi untuk menang,” tuturnya sebelum pembuka musim Manchester City menantang Birmingham di Piala Kontinental di hari Minggu. “Ketika kami menang di tahun 2016, kami tidak berfikir kami bisa menjadi team yang menguasai. Kami ketahui kami mesti kerja untuk selalu sukses. “Kami sesuai kenyataan. Tiap-tiap tahun tiap-tiap team jadi lebih baik serta lebih baik. Chelsea mungkin mengambil keputusan standard serta kebanyakan orang berupaya keras untuk ikuti. ” Sesaat Cushing ingin mengutamakan jika musim kemarin mempunyai keunggulannya ia ikut menjelaskan terdapat beberapa pelajaran yang dapat diambil dari langkah team lolos. “Kami begitu suka dengan tiga perempat musim pertama, tidak menjelaskan kami tidak suka dengan pada akhirnya. Terdapat beberapa perihal positif dari musim kita tahun kemarin.

Lihat Juga :  Harry Kane: Pesaing Waspadai Timnas Inggris di Piala Dunia 2018

Baca Juga : Real Madrid Wajib Beli Mauro Icardi

“Tapi kita mesti sesuai kenyataan. Kami sudah jadi team saat lima tahun saat ini serta tiap-tiap tahun kami sudah belajar banyak mengenai diri kami sendiri. Tahun kemarin kami belajar banyak mengenai dimana kami menjadi team, apakah yang kami kerjakan dengan begitu baik serta dimana kami butuh tingkatkan. ” Kedalaman tim Cushing dipertanyakan saat team ketinggalan di belakang. Manajer Chelsea, Emma Hayes, dapat berotasi serta bermain-main dengan tim yang dipenuhi oleh pengalaman untuk melawan agenda baru musim dingin yang menuntut. Akan tetapi, serentetan cedera – baik periode pendek serta panjang – tinggalkan tim muda Cushing makin terbuka.

Baca Juga : Pemain Real Madrid Sempat Bertaruh soal Masa Depan Ronaldo

Manajer menunjuk ke saklar musiman menjadi sisi dari permasalahan tapi sama tidak menghindar dari bukti jika kedalaman tim memerlukan pertimbangan diakhir musim. “Dengar, orang akan tetap menanyakan team yang tidak menang sebab selanjutnya standarnya dipastikan oleh team yang menang, saya memperoleh itu,” tuturnya. “Mungkin kami belajar dikit mengenai musim tahun kemarin, merubah ke musim dingin bermakna kami bermain sepak bola Liga Champions pada musim kami yang bermakna kami mainkan delapan sampai 10 laga semakin banyak dibanding yang kami kerjakan di tahun awal mulanya. Jadi ya, kedalaman tim ialah suatu yang sudah kami refleksikan serta kerjakan. ” Musim panas inilah sudah diambil untuk tingkatkan ruang yang dapat dibuktikan sangat lemah dalam kampanye awal mulanya. Ia sudah membawa Lauren Hemp berumur 17 tahun dari Bristol City – yang mempunyai empat gol dalam tiga laga di Piala Dunia U-20 yang tengah berjalan – bersama dengan pemain yang lebih memiliki pengalaman seperti kapten Liverpool, Gemma Bonner, forward Caroline Weir , Wolfsburg Tessa Wullaert serta forward Kanada Janine Beckie dari Sky Blue FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme