Slavisa Jokanovic tidak memiliki ruang untuk sentimen

Bila kapasitas Fulham di Championship tahun kemarin kurang dongeng, itu tentu benang yang bagus. Satu team yang sudah berusaha untuk menjernihkan kepalanya sesudah tidak berhasil di set play-off tahun awal mulanya menghimpun rangkaian tampilan yang tidak tertandingi dimana juga di negara itu, akan 23 laga tidak terkalahkan, sebelum memenangi laga play-off pertama dalam riwayat club untuk mencapai kembali tempat di Liga Premier. Akan tetapi, di hari Sabtu, cerita itu terlewatkan. Mungkin itu terlalu berlebih. Photo besar team Fulham yang tampil di lapangan Wembley pada bulan Mei bergantung pada dinding ruangan alat di kompleks kursus Motspur Park club.

Baca Juga : Demi Pepe Bayern Gerak Cepat untuk Salip Barcelona

Tetapi untuk Slavisa Jokanovic, apakah yang dikerjakan telah tuntas. Sentimen apapun mengenai perolehan belakangan ini, betapapun besarnya itu, bisa menjadi kekurangan. Apabila itu bermakna manajer Fulham pada akhirnya menampik beberapa pemain yang membantunya memperoleh tanah yang dijanjikan, peluang untuk merasakannya, jadi jadilah itu. Fulham habiskan lebih dari £ 100 juta di jendela transfer musim panas, satu pengeluaran yang cuma dilampaui oleh Liverpool serta Chelsea. Untuk menjelaskan ini bukan tipikal dari pihak yang, dalam beberapa kata Jokanovic, ialah “terakhir dalam divisi” bisa menjadi satu pengakuan yang menyepelekan. Club mempunyai mengambil untuk tiap-tiap tempat di team serta sudah membuat beberapa persetujuan yang sangat mencolok di Eropa – dari gelandang diimpikan Jean Michaël Seri ke pemain internasional Jerman serta bekas bintang Chelsea André Schürrle.

Lihat Juga :  Meksiko underdog menghadapi tugas besar untuk mengalahkan Brasil

Baca Juga :  Presiden Barcelona Ungkap Fakta soal Isu Kepindahan Paul Pogba

Beberapa pemain ini belumlah hadir ke London barat untuk duduk di bangku cadangan. “Kami hidup dalam kehidupan moderen ini, penuh desakan serta kami profesional,” kata Jokanovic dari rintangan yang sekarang ditemui skuadnya. “Para pemain mesti tahu itu tidak gampang. Akan susah buat mereka semua untuk mempunyai peluang jadi pemain Premier League. Ini bukan pertanyaan mengenai siapa pemain baru tapi dalam ingatan sepakbola tidak ada. Ini bukan pria yang sentimentil. Saya ingin jadi profesional serta selanjutnya saya di sini untuk kerja keras, untuk coba memutuskan yang pas serta tidak membuat kekeliruan. Bila saya mulai sentimental, berikut waktunya kita mempunyai semakin banyak ruangan untuk bikin kekeliruan.

Baca Juga : MU Harus Jual Pogba Segera

” Jokanovic bicara dari pengalaman, tentunya. Petenis Serbia sendiri belum pernah sukses di divisi itu, sebab sudah tidak diterima peluang sesudah pimpin Watford untuk promo pada 2015. Ia selekasnya geser ke Maccabi Tel Aviv serta menolong mereka maju ke Liga Champions tapi kembali pada Inggris pada Natal, di Fulham. Sesudah pertama mengarahkan club keluar dari zone degradasi, dia bangun bagian yang baik serta menarik pada mata. Seperti pengakuannya memperjelas, walau uang yang dihabiskan Jokanovic tidak ambil rintangan yang menanti timnya dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme