Warisan Albert Roca: Kesuksesan Asia, merawat talenta muda

Kepemilikan Albert Roca menjadi pelatih Bengaluru FC (BFC) selesai seperti awal mulainya – dengan kemenangan kontinental serta perkembangan dalam kompetisi yang sedikit diperkirakan mendekati laga. Kemenangan 1-0 atas Tampines Rovers Singapura di perempatfinal Piala AFC 2016 besar sekali sebab memberikan BFC sandaran di pertandingan walau pelatih baru mereka sudah bekerja saat lebih dari satu bulan. Rabu malam ialah keajaiban kecil, mengingat nasib mereka bergantung pada Aizawl FC menarik hasil pada New Radiant, Maladewa – hanya satu topik kontinental BFC tahun ini. Mungkin keyakinan diri dalam pertandingan AFC yang bisa menjadi warisan paling besar Roca – yang sudah menginformasikan ketetapannya tidak untuk mengupdate pekerjaan dua tahunnya di club sebab fakta pribadi, sama dengan launching alat club.

Baca Juga : Loris Karius mendekati kepindahan dua tahun ke Besiktas dari Liverpool

Kepemilikan, kontrol serta efisiensi Tim pertama yang Roca mengambil ke final Piala AFC pada tahun 2016 sama dengan yang paling akhir hingga dia sudah pimpin ke set skema gugur AFC Cup untuk ke empat kalinya beruntun. Ruangan mesin team ada di posisi tengah, dengan rider Spanyol Victor Perez mengaturnya seperti yang dikerjakan Alvaro Rubio di hari-hari awal. Dengan BFC pergi dari I-League ke Indian Super League (ISL) di 2017-18, itu ialah pekerjaan pada Roca untuk menyatukan semakin banyak orang asing, tapi pokok dari team masih sama. Cameron Watson memberikan jalan pada Erik Paartalu di kuota pemain AFC, serta Miku ialah akuisisi berarti menjadi striker musim gugur waktu lalu. Skema permainan masih sama selama waktu, dengan BFC mengawasi bola lebih dari lawan mereka serta mengatur laju permainan untuk sejumlah besar.

Lihat Juga :  Marseille mengalahkan Toulouse dengan bantuan VAR dan Dimitri Payet ganda

Baca Juga : Lucas Moura Dendam Ke Manajer Arsenal

Mereka mengerjakannya dalam keadaan susah dibawah tanah di Dhaka malam paling akhir ikut, dengan dua gol Nishu Kumar dalam kemenangan 4-0 yang menggarisbawahi kemampuan menyerang team. Pendahulu Roca, Ashley Westwood ialah yang pertama memberikan peluang pada anak-anak muda seperti pemain sayap kanan Udanta Singh, tapi pada saat pemerintahan Roca beberapa pemain muda India melarikan diri. Roca seringkali menerjunkan Nishu, terpenting saat setahun paling akhir, serta bek kiri dengan setahap memberikan banyak dimensi menyerang ke gimnya.

Baca Juga : Willian akan mendominasi Chelsea untuk menang mulai melawan PAOK

Pemain depan muda Daniel Lalhlimpuia serta Thongkhosiem Haokip sudah membuat beberapa laga diawali, terpenting di kompetisi AFC, dibawah Roca, yang sudah memberi dukungan mereka ke pangkuan. Bila Anda lihat garis belakang BFC saat ini, ada pemain India yang mahir bermain di semua tempat. Rahul Bheke, Subhasish Bose, Zotea Ralte serta bahkan juga Sandesh Jhingan selama saat jabatannya dengan BFC menempati sebagian besar tempat di pertahanan serta bisa menjadi salah satunya nama pertama yang Anda ingat dalam beberapa pertunjukan heroik. Soliditas pertahanan, yang seringkali terbang dibawah radar sebab karakter menyerang dari BFC, ialah salah satunya fakta penting team Roca kehilangan kurang dari 1/2 dari 14 laga kontinental mereka jauh dari rumah – di Yordania, Qatar, Korea Utara, Tajikistan serta Malaysia – serta belum pernah dengan beda lebih dari dua gol.

Lihat Juga :  Juventus dan Inter Milan Siap Tukar Gonzalo Higuain dengan Mauro Icardi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme